Minggu, 13 Mei 2018

10 Cara Membuat Anak Agar Memiliki Disiplin Diri

Membuat anak memiliki disiplin diri dengan membangun batasan dan aturan-aturan adalah sebuah cara yang efektif agar anak dapat memiliki perilaku yang positif dan juga normatif.

Membuat Anak Agar Memiliki Disiplin Diri


Dan tugas orang tualah dalam memberikan petunjuk secara baik dan benar, agar anak-anaknya cenderung untuk mengikutinya. 
 Membuat anak memiliki disiplin diri dengan membangun batasan dan aturan 10 Cara Membuat Anak Agar Memiliki Disiplin Diri

Anak-anak, pada dasarnya memiliki hasrat yang tinggi dalam berusaha menyenangkan kedua orang tuanya. 

Dan ketika para orang tua mulai membangun batasan-batasan yang diperlukan untuk mendidik anak dan menciptakan disiplin pada perilaku anak, kebanyakan orang tua tidak mampu atau tidak tahu bagaimana cara melakukannya. 

Terkadang ada orang tua yang malah terlalu banyak bicara atau nyinyir, terlalu terbawa emosi, atau gagal dalam mengekspresikan dirinya sendiri secara jelas dan penuh otoritas. 

Bila orang tua mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukannya dan ia harus melakukannya sekarang juga (misalnya, rapikan tempat tidurmu).

10 Cara Membuat Anak Agar Memiliki Disiplin Diri


Coba jalankan sepuluh tips dibawah ini supaya lebih mudah dalam mendirikan batasan dan peraturan-peraturan dalam mendidik anak dan membangun disiplin diri anak tersebut.

1. Cobalah Untuk Lebih Spesifik. 


Seringkali kita dengar atau lihat beberapa orang tua memberikan batasan-batasan kepada anak-anaknya, seperti, "jaga kelakuanmu", "jadi anak baik ya", "jangan berisik" , "belajar sekarang" dan lain sebagainya. 

Garis pedoman yang ditetapkan seperti itu mungkin artinya akan berbeda bagi orang lain. Anak-anak akan mengerti orang tuanya dengan lebih baik jika orang tua membuat petunjuk secara konkrit. 

Sebuah batasan yang spesifik mengatakan secara jelas apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anak. 

Misalnya, "kita sedang dirumah sakit, bicaranya pelan saja, kasihan banyak orang yang lagi sakit", "kalau lagi menyeberang jalan, pegang tangan ibu ya", dan sebagainya. Strategi seperti ini, yang lebih spesifik dapat membuat anak lebih menurut. 

2. Cobalah Berikan Pilihan-pilihan. 


Dalam beberapa kasus, para orang tua memberikan pilihan-pilihan yang terbatas pada anak-anaknya, dengan maksud agar supaya anak-anaknya dapat menurut dan mengikuti apa kata orang tuanya. 

Memiliki kemerdekaan dalam memilih akan membuat anak merasakan suatu perasaan dan kekuatan serta kontrol yang dapat mengurangi perlawanan dari sang anak. 

Misalnya, orang tua dapat menawarkan pilihan kepada anaknya jika menyuruh anaknya untuk mandi dengan berendam di tub bath, disiram dengan gayung dari bak, bermain hujan-hujanan di kran shower, dan pilihan-pilihan lainnya.

3. Cobalah Untuk Lebih Tegas. 


Dalam beberapa hal yang lebih penting, anak-anak cenderung lebih menunjukkan perlawanan, dan disinilah saatnya orang tua menunjukkan batasan-batasan secara tegas.

Sebuah batasan yang tegas akan mengajarkan anak kapan dia harus menghentikan perilaku yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya dan kapan harus menurut pada orang tuanya. 

Contohnya: "jangan membuang makananmu sembarangan". Batasan tegas seperti ini paling baik jika ditunjukkan dengan suara orang tua yang terdengar tegas seperti layaknya seorang komando dengan mimik muka yang serius. 

Batasan yang lunak atau tidak tegas dapat membuat anak memiliki pilihan yakni menurut atau membangkang. 

Contoh dari batasan yang tidak tegas seperti ini, "Kenapa kamu tidak menghabiskan makanan mu?". 

Batasan-batasan yang kurang atau tidak tegas seperti ini bisa dilakukan jika orang tua ingin anaknya beraksi dalam cara tertentu. 

4. Cobalah Untuk Memberikan Penekanan Pada Hal-hal Positif. 


Anak-anak cenderung lebih menerima perintah "kerjakan / lakukan" daripada "jangan lakukan / jangan kerjakan". 

Petunjuk "jangan" atau "hentikan" mengajarkan anak apa yang tidak dapat diterima. 

Para orang tua jangan menjelaskan perilaku yang diinginkan orang tua, seperti "Ibu ingin kamu diam!", akan lebih baik jika orang tua mengatakan kepada anak apa yang seharusnya dilakukan, seperti "bicara pelan-pelan ya") dari pada melarangnya seperti, "jangan teriak-teriak!". 

Orang tua yang otoriter biasanya lebih sering mengatakan kata "tidak, jangan" kepada anaknya. Sedangkan orang tua yang suka memerintah lebih sering mengatakan kata perintah "kerjakan, lakukan!". 

5. Hindari Perkataan, "Aku ingin...". 


Jika orang tua menyuruh anaknya untuk pergi tidur dengan mengatakan, "Ibu / Ayah ingin kamu pergi ke tempat tidur sekarang!", hal ini dapat menciptakan konflik antara orang tua dan anak. 

Strategi yang lebih baik adalah langsung menekankan peraturan secara impersonal, misalnya "Sekarang sudah malam, sudah jam 9 lho sayang. waktunya untuk kita tidur." 

Dengan cara ini, potensi konflik antara anak dan orang tua atau perasaan marah yang terjadi pada diri anak hanya akan terjadi antara anak dengan "jam" nya bukan dengan orang tuanya. 

6. Jelaskan Mengapa Batasan-batasan Itu Diperlukan. 


Bilamana seseorang memahami pembenaran akan suatu batasan atau peraturan, mereka cenderung akan mematuhinya daripada membangkangnya.

Karena biasanya akan timbul suatu konsekwensi jika membangkangnya, sehingga, bila orang tua pertama kali memberi sebuah batasan, jelaskan mengapa anak harus menurutinya.

Mengerti alasan-alasan dari batasan dan peraturan itu akan dapat menolong anak dalam mengembangkan standart internal dari perilaku sadar diri anak tersebut. 

Penjelasan atas batasan dan peraturan tersebut tidak perlu panjang lebar, cukup tekankan alasannya secara tegas, cepat dan ringkas. 

Contoh: "Jangan memukul orang ya, karena itu sakit". Atau, "Gimana kalau mainan kamu diambil orang, kamu pasti sedih kan? Karenanya jangan mengambil mainan anak lain ya". 

7. Cobalah untuk Memberikan Alternatif-alternatif. 


Bilamana orang tua membuat larangan atau memberikan batasan yang diperlukan atas perilaku anak, cobalah untuk memberikan aktifitas alternatif yang dapat diterima olehnya. 

Dengan begitu orang tua akan terlihat tidak begitu "negatif" atau "jahat" dimata sang anak. Dan anak pun akan merasa tidak begitu tercabut hak-haknya. 

Misalnya, ketika anak anda bermain-main dengan lipstik milik ibunya. 

Ibunya dapat mengatakan, "Ibu tahu kamu kamu menginginkan lipstik ibu. Tapi ini untuk bibir, bukan untuk mainan. Kalau kamu mau menggambar, nih ibu punya krayon, berwarna-warni pula". 

Dengan menawarkan alternatif, orang tua mengajarkan anaknya bahwa perasaan dan apa yang menjadi keinginannya dapat diterima oleh orang tuanya tetapi tindakan yang dilakukan sebelumnya tidaklah benar. 

Jika orang tua selalu memiliki alternatif atas tindakan anak-anak yang salah, dapat membuat anak-anaknya menjadi senang. 

8. Tetap Serius dan Konsisten. 


Aturan utama dalam menerapkan batasan-batasan yang efektif adalah dengan menghindari peraturan atau batasan yang tidak konsisten. 

Misalnya, hari ini anak disuruh tidur jam 8 tetapi besoknya jam 9 dst. 

Hal ini dapat mengundang ketidakpatuhan dan juga mengajarkan anak untuk tidak disiplin, serta hampir tidak mungkin bisa untuk mendisiplinkan anak. 

Aturan-aturan dan rutinitas yang telah ditetapkan dalam sebuah keluarga harus terus diterapkan meskipun orang tua dalam keadaan lelah sepulang bekerja. 

Jika tidak maka anak dapat menganggap orang tuanya hanya main-main dalam menetapkan batasan-batasan dan peraturan itu. 

9. Tunjukkan Ketidaksetujuan Itu Terhadap Perilaku Anak, Bukan Anaknya. 


Betapa pun seriusnya kelakuan buruk sang anak, orang tua harus dapat menjelaskan kepada anaknya bahwa apa yang tidak disenangi oleh orang tuanya itu adalah perilaku buruknya dan bukan dirinya. 

Bukan pula orang tua menolak dan tidak menginginkan mereka. Jadi daripada berkata, "Dasar, anak nakal!" yang menunjukkan bahwa orang tua menolak anaknya, sebaiknya coba katakan, "Jangan manjat-manjat meja ya!". 

10. Kontrol Emosi


Penelitian menunjukkan bahwa bila orang tua sedang sangat marah mereka cenderung menghukum anak-anak secara berlebihan dan cenderung memperlakukan kasar anaknya baik secara fisik maupun verbal. 

Jika emosi tinggi sedang melanda jiwa orang tua, entah itu karena capek habis pulang kerja, atau capek membereskan rumah, cobalah untuk menarik nafaslah yang dalam, istighfar, dan sebagainya yang dapat mengontrol dan menenangkan emosi jiwa orang tua, daripada memukul anak. 

Disiplin dasarnya adalah mengajarkan anak bagaimana ia seharusnya berperilaku dengan baik dan benar. Orang tua tidak akan pernah dapat mengajarkan anaknya untuk memiliki sifat disiplin diri secara efektif jika sedang dilanda emosi. 

Semua anak-anak membutuhkan orang tuanya untuk membangun batasan dan aturan-aturan bagi perilaku yang diterima dengan baik dan benar. 

Jika orang tua lebih mampu untuk menerapkan batasan-batasan ini maka anak akan lebih kooperatif dan mau menurut kepada orang tuanya. Hal ini akhirnya dapat menciptakan atmosfir yang sehat di dalam keluarga.

Sabtu, 12 Mei 2018

Cara Untuk Tetap Konsisten Agar Menjadi Orang Sukses

Menjadi orang sukses dan berhasil dalam menggapai semua harapan dan cita-cita adalah dambaan semua orang.

Cara Menjadi Orang Sukses


Namun, tidak semua orang dapat dengan mudah menggapai apa yang menjadi harapan dan cita-citanya. Akan banyak halangan dan rintangan yang akan dihadapi. 
 Menjadi orang sukses dan berhasil dalam menggapai semua harapan dan cita Cara Untuk Tetap Konsisten Agar Menjadi Orang Sukses

Tantangan terbesar yang seringkali menjadi penyebab gagalnya seseorang dalam menggapai kesuksesan adalah melemahnya motivasi diri dalam menggapai kesuksesan.

Dan sikap konsisten adalah salah satu cara yang paling penting dalam memotivasi diri dan menghadapi semua kendala dalam meraih kesuksesan.

Konsistensi adalah karakteristik positif yang luar biasa hebat dan sangat berguna untuk selalu dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan kita.

Kunci untuk tetap konsistens adalah penentuan tujuan secara spesifik yang disertai dengan pengaturan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut. 

Karena itu, untuk menjadi orang sukses mulailah dengan memahami bagaimana cara untuk menjadi orang yang tetap konsisten dalam berusaha mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, tetap secara konsisten selalu berusaha memotivasi diri untuk menjadi orang yang lebih sukses lagi dan lebih bertanggung jawab atas apa yang telah diraih.

Optimistis dan pola pikir yang diarahkan untuk selalu tetap pada tujuan untuk menjadi orang yang sukses.

Cara Menjadi Orang yang Tetap Konsisten


Untuk menjadi orang yang tetap konsisten, Anda harus terlebih dahulu menetapkan sasaran dan tujuan spesifik yang ingin Anda capai. 

Sekarang, coba Anda tanya pada diri Anda sendiri, kapan terakhir kali Anda meluangkan waktu Anda untuk memetakan tujuan/ target Anda? 

Membuat dan menentukan target atau tujuan adalah sesuatu yang sering kali kita dengar sepanjang hidup kita. Seringkali kita mendengar motivasi-motivasi dari orang-orang yang sukses bahwa dalam mencapai tujuan kita harus menentukan terlebih dahulu target serta tujuan yang ingin kita capai.

Akan tetapi kebanyakan dari kita hanya duduk tenang dan diam serta cuma mengartikulasikan apa itu penentuan target dan tujaun, tanpa pernah kita membuat dan menentukan target dan tujuan itu sendiri. 

Karena itu, saat nya Anda beraksi untuk membuat beberapa tujuan yang realistis untuk hidup Anda agar lebih baik dan menjadi orang sukses.

Namun sebelum kita membuat sebuah tujuan, ada baiknya kita melihat gambaran singkat tentang pentingnya menetapkan sebuah tujuan, dan pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab untuk menempatkan hidup Anda dalam sebuah fokus baru dalam upaya meraih kesuksesan.

Menetapkan Sasaran dan Tujuan yang Ingin di Capai


Dasar-Dasar Sasaran/ Target/ Tujuan


John Norcross adalah seorang peneliti yang telah mempelajari tujuan dan perubahan-perubahan yang terjadi selama bertahun-tahun, dan mendefinisikan tujuan sebagai "representasi mental dari hasil yang diinginkan bahwa seseorang berkomitmen untuk melakukan sesuatu dan mencapai sesuatu". 

Dalam bahasa sehari-hari, tujuan adalah mengidentifikasi sesuatu yang Anda inginkan dan bersedia untuk mengikuti semua tindakan yang harus diambil dalam mencapainya. 

Penentuan tujuan berbeda dengan "nilai", karena nilai adalah sesuatu yang penting, akan tetapi tidak memiliki arah tertentu yang akan membuat kita untuk komit dalam mencapainya. 

Contoh: Anda sangat menghargai "nilai" kesehatan Anda, dan membuat beberapa pilihan yang sejalan dengan itu dalam menjaga kesehatan Anda, sedangkan "tujuan" kesehatan lebih berkaitan dengan bagaimana Anda dapat menurunkan berat badan Anda 20 Kg, pada 31 Juli mendatang.

Penelitian menunjukkan bahwa menetapkan sebuah tujuan tertentu membuat kita lebih mungkin mencapai hal-hal yang kita inginkan, dan ini penting terutama ketika kita ingin membuat suatu perubahan dalam hidup kita, apalagi hal itu menyangkut dengan kesuksesan yang ingin kita raih. 

Penetapan Tujuan/ Sasaran/ Target


Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang biasanya menetapkan tujuan hanya untuk perbaikan diri, seperti mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang lebih baik dan sehat, memperbaiki hubungan, dan mencapai sesuatu dalam gambaran kehidupan yang lebih besar. 

Sebelum melangkah lebih jauh bagaimana cara menetapkan tujuan/ sasaran/ target Anda, cobalah untuk meluangkan beberapa saat dan pikirkan secara mendalam tentang kehidupan Anda sekarang. 

Dalam gambaran besar, apa yang ingin Anda alami dan capai? 

Dengan cara apa Anda ingin meningkatkan kesehatan mental dan fisik Anda? 

Kebiasaan buruk apa yang ingin Anda ubah? 

Pola hubungan apa yang ingin Anda tingkatkan? 

Keterampilan apa yang ingin Anda pelajari? 

Hal-hal apa lagi yang telah Anda pikirkan untuk berubah?

Setelah Anda memiliki beberapa gambaran jawaban dalam pikiran Anda, pilihlah hal yang paling dapat membuat anda termotivasi. 

Anda lah yang paling mengetahui apa yang ingin Anda raih, atau apa yang benar-benar harus berubah agar tujuan dan target anda tercapai. 

Coba gunakan pertanyaan di bawah ini untuk mencari tahu apa pun yang muncul dalam benak Anda. (mungkin akan sangat membantu jika anda menyiapkan pena dan kertas untuk membuat beberapa catatan penting).

Pertama, tuliskan apa yang muncul di benak Anda. Jangan khawatirkan tentang apa yang menjadi beban pikiran anda saat ini, namun pikirkanlah apa yang menjadi prioritas Anda dalam hidup ini.

Sekarang untuk langkah ini, ambil apa yang Anda tulis di atas, dan pastikan itu realistis, dapat dicapai, dan tentu saja tentang Anda. 

Sekarang coba jawab pernyataan di atas dan pastikan jawabannya positif. Artinya, itu seharusnya sesuatu yang sangat Anda inginkan, atau Anda sedang berusaha mewujudkannya, bukan tentang sesuatu yang kurang Anda minati atau apa yang Anda coba hapus dari hidup Anda. 

Misalnya: Anda memiliki cita-cita menjadi seorang PNS atau Abdi Negara. Dan cita-cita ini sejalan dengan apa yang menjadi impian keluarga, orang tua, kekasih, ataupun mertua Anda. Dan Anda sedang mempersiapkan diri Anda saat ini dalam menghadapi seleksi penerimaan CPNS nanti.

Atau bahkan mungkin Anda saat ini sedang mengikuti seleksi penerimaan siswa-siswi/ taruna-taruni Sekolah Kedinasan, dan Anda ingin melanjutkan pendidikan dengan jaminan pekerjaan sebagai PNS disaat lulus nanti serta dengan biaya sekolah yang gratis atau bahkan mendapatkan uang saku selama pendidikan.

Daripada anda memikirkan tentang bagaimana atau apa yang telah dilakukan oleh mantan anda, yang menyakitkan hati, membuat galau, membuat sedih dan lain sebagainya.

Selanjutnya, pikirkan tentang bagaimana Anda dapat membuat jawaban-jawaban di atas se-spesifik mungkin. Gunakan bahasa yang terperinci dan hindari hal-hal umum atau hal-hal yang sangat sulit untuk didefinisikan. 

Misalnya, minat atau keinginan yang terlalu umum seperti ingin menjadi "lebih bahagia" atau "menjadi orang yang lebih baik" atau "menjadi orang sukses" adalah hal-hal mulia yang harus diperjuangkan, tetapi sangat umum dan terlalu menantang untuk didefinisikan. 

Jika Anda memiliki minat dan keinginan yang besar seperti itu, cobalah untuk mengidentifikasinya lebih khusus lagi dan yang akan Anda lakukan lebih banyak lagi. 

Hal ini dapat anda lakukan dengan membuat urutan tertentu, seperti misalnya:

Anda ingin menjadi "lebih bahagia" atau "menjadi orang yang lebih baik" atau "menjadi orang sukses", dengan membuat urutannya menjadi:
  • Menjadi Orang Sukses
  • Menjadi Orang yang lebih baik
  • Menjadi Lebih Bahagia

Yang artinya jika Anda telah menjadi orang sukses, tentu Anda akan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, dan menjadi lebih bahagia. Bahkan kebagiaan yang tadinya anda pikirkan untuk diri anda sendiri mungkin akan berimbas kepada orang-orang terdekat anda.

Namun target/ sasaran/ tujuan tadi sifatnya masih umum, masih harus diidentifikasikan lagi, agar lebih spesifik lagi.

Rencana Aksi


Dibagian ini, Anda akan mengambil jawaban atas tujuan dan target atau sasaran Anda dengan membuat rencana aksi yang terperinci. 
Pada dasarnya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi Anda lebih banyak informasi tentang apa yang telah Anda capai terhadap tujuan ini dan apa langkah selanjutnya.

Untuk langkah ini, pikirkan tentang bagaimana cara mengukur kemajuan yang telah Anda lakukan dalam menuju tujuan Anda. 

Apakah Anda perlu membuat jurnal, atau menggunakan sesuatu yang lain untuk membuat daftarnya? Sekali lagi, buat se-spesifik mungkin.

Apa kerangka waktu untuk mencapai tujuan Anda? 

Untuk hal-hal yang perlu segera terjadi, atau lebih mudah dijangkau, disarankan tidak lebih dari 90 hari untuk ini. 

Untuk tujuan hidup yang lebih besar seperti yang tersebut diatas, Anda dapat memproyeksikannya dalam beberapa tahun kedepan, tetapi Anda mungkin ingin mengembangkan berbagai sub-tujuan di sepanjang jalan, dengan kembali melalui langkah-langkah ini.

Ambillah statemen tujuan Anda dari atas, dan cantumkan hal-hal spesifik yang sudah Anda lakukan secara aktif, atau sudah Anda capai, untuk membantu mencapai tujuan Anda. 

Jadilah spesifik dan teliti karena ini harus mewakili kemajuan Anda sejauh ini, dan hal-hal yang mungkin perlu Anda terus lakukan.

Apa langkah-langkah logis berikutnya yang perlu Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda? 

Jika langkahnya lebih besar, Anda mungkin ingin membaginya menjadi beberapa sub-langkah kecil.

Berdasarkan kerangka waktu Anda untuk tujuan keseluruhan, apa kerangka waktu spesifik untuk masing-masing langkah ini?

Jika ada hal-hal di atas yang tampaknya terlalu jauh dari jangkauan, apa yang Anda butuhkan untuk mengembangkan, belajar, atau mempersiapkan diri untuk dapat mengambil langkah-langkah?

Apa yang dapat Anda lakukan hari ini yang merupakan bagian dari langkah-langkah yang Anda tulis di atas?

Siapa dan apa saja yang mendukung yang akan membantu Anda di sepanjang usaha anda dalam mencapai tujuan?

Semua pertanyaan itu dapat anda jawab sendiri dan membuat sebuah catatan penting untuk diri anda dalam mencapai target-target yang telah anda tentukan.

Contoh: Tujuan/ Sasaran/ Target Anda adalah: 
  • Menjadi Orang Sukses
  • Menjadi Orang yang lebih baik
  • Menjadi Lebih Bahagia

Anda ingin menjadi orang sukses dengan menjadi seorang pegawai negeri (PNS) atau abdi negara. Setelah Anda sukses menjadi Pegawai Negeri, Anda ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dengan jalan memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat sehingga dengan melihat kebahagiaan yang didapatkan masyarakat atas pelayanan Anda, maka hal itu menjadikan anda bahagia.

Lebih spesifik lagi, Anda dapat membuat jadwal tahapan-tahapan belajar anda sampai dengan beberapa hari sebelum tes seleksi penerimaan CPNS dilaksanakan dalam waktu 90 hari.

Seperti:
40 hari pertama Anda berhasil menguasai bentuk soal Tes Inteligensia Umum (TIU), yakni:
  • 10 hari pertama mampu menguasai kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulis;
  • 10 hari kedua mampu menguasai kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka;
  • 10 hari ketiga mampu menguasai kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis; dan
  • 10 hari keempat mampu menguasai kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

20 hari kedua Anda berhasil menguasai bentuk soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia.

30 hari terakhir Anda berhasil menguasai bentuk soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), berupa a) Integritas diri; b) Semangat berprestasi; c) Kreativitas dan inovasi; d) Orientasi pada pelayanan; e) Orientasi kepada orang lain; f) Kemampuan beradaptasi; g) Kemampuan mengendalikan diri; h) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas; i) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan; j) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok;dan k) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Setelah anda menentukan dan menetapkan sasaran/ target/ tujuan anda, saatnya anda mengambil sebuah tindakan yang dapat membuat anda tetap konsisten dalam mencapai tujuan/ target/ sasaran yang telah anda buat.

Langkah-langkah dan Tindakan yang di Ambil Agar Tetap Konsisten


Intinya, jika kita ingin membuat arah hidup kita agar mencapai tujuan dalam hal ini menjadi orang sukses, orang yang lebih baik dan lebih bahagia, kita harus mengendalikan tindakan dan mengambil langkah-langkah agar tetap konsisten. 

Langkah dan tindakan yang diambil agar tetap konsisten itu, bukanlah mengambil tindakan yang dilakukan sesekali, tetapi apa yang kita lakukan secara konsisten, terus menerus.

Mungkin masalah terbesar yang dialami orang ketika mencoba memperbaiki sesuatu dalam hidup mereka atau dalam meraih cita-cita agar menjadi orang sukses, orang yang lebih baik dan lebih bahagia adalah bahwa mereka tidak pernah melakukan banyak tindakan dan mengambil langkah-langkah penting sama sekali.

Atau bisa saja mereka telah mengambil langkah-langkah dan tindakan namun tidak mengambil langkah dan tindakan itu dengan konsisten dalam jangka waktu yang lebih lama.

Konsistensi bukanlah hanya sebuah kata yang menarik dalam pengembangan diri. Tetapi juga ditambah dengan waktu, apa yang akan memberi Anda hasil nyata dalam hidup Anda. 

Tetap berpegang pada program atau tujuan/ sasaran/ target yang telah ditetapkan dan melakukannya secara konsisten serta tidak hanya ketika Anda merasa terinspirasi saja.

Terus terang, bagi saya sendiri setidaknya untuk beberapa saat, salah satu bagian pengembangan diri yang paling membuat saya frustrasi adalah menjadi orang yang tetap konsisten. 

Walau terkadang semua berjalan dengan baik dalam beberapa hari pertama, namun beberapa hari kemudian terkadan saya lupa, hilang motivasi, tidak semangat, dan sebagainya. 

Akan tetapi, itu bukan berarti kita harus menyerah. Jika dalam beberapa hari berikutnya kita merasa lemah, hilang motivasi dan tidak semangat, kita harus kembali lagi kejalan dimana tujuan yang ingin kita capai telah dibuat, dan inilah yang disebut dengan konsisten.

Saya bisa menjadi lebih konsisten di banyak hal, namun tidak ada yang sempurna dimana terkadang saya menemukan hari-hari yang mungkin melelahkan atau bahkan mungkin terlalu menyenangkan. 

Jadi jangan berjuang untuk menjadi konsisten dalam semua bidang kehidupan Anda, karena tidak ada gunanya berjuang untuk sebuah kesempurnaan, yang mana kesempurnaan itu hanyalah sebuah ilusi. 

Tidak ada orang yang benar-benar sempurna dalam menjalankan hidupnya, pasti ada pasang surut dalam setiap kehidupan yang dialaminya.

Variasi dan kemunduran adalah bagian dari kehidupan yang dapat menstimulasi hidup serta menjadikannya lebih bernilai dan berharga. Tapi tetap saja, perbaikan-perbaikan diri harus bisa dan tetap dilakukan.

Beberapa cara dibawah ini dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam melewati periode yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baru dalam hidup Anda. 

Juga bisa diterapkan oleh mereka yang telah menjalani sebuah usaha untuk tetap konsisten dalam mengejar sasaran/ target/ tujuan untuk menjadi orang sukses, orang yang lebih baik dan lebih bahagia namun tergelincir dalam rintangan dan halangan kehidupan.

1. Buat Ritual atau Rutinitas Pagi


Ini mungkin adalah cara yang paling kuat dan efektif yang saya temukan sejauh ini dalam usaha membangun konsistensi diri. 

Anda cukup mengatur rutinitas di pagi hari yang Anda lakukan segera setelah Anda bangun. Ini bekerja sangat baik karena apa yang Anda lakukan di awal hari sering mengatur konteks untuk hari Anda selanjutnya. 

Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan yang kuat untuk ingin konsisten dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Itulah salah satu alasan mengapa awal yang buruk sering kali mengarah kita ke hari yang buruk dan awal yang baik sering kali mengarah pada hari yang baik. 

Contohnya, cobalah untuk membuat sebuah ritual atau rutinitas pagi hari dimulai dari bangun setiap jam 4 subuh, shalat, mandi, sarapan, membaca, dan lakukan itu setiap harinya, hingga menjadi sebuah kebiasaan.

2. Lakukan Sesuatu bahkan Jika Anda Tidak Menyukainya


Suara hati dan perasaan Anda dapat diabaikan jika Anda suka. Anda bisa melakukan apa pun yang ingin Anda lakukan.

3. Jangan Sakiti Diri Sendiri


Sadarilah bahwa ketika Anda mengecewakan diri sendiri dan tidak berpikir dan melakukan apa yang benar-benar Anda inginkan, Anda dapat melukai diri sendiri dengan menurunkan harga diri Anda. 

Apa pun yang Anda lakukan selama hari Anda dapat mengirimkan sinyal kembali kepada diri Anda sendiri tentang orang macam apa Anda itu. 

Lakukan hal yang benar seperti misalnya menjadi lebih efektif, lebih baik atau mungkin pergi ke gym jika itu akan membuat anda lebih baik. 

Menjadi malas, menimbulkan aura negatif, dan cenderung membuat anda merasa lebih buruk untuk beberapa saat. Jika Anda merasa telah melakukan sesuatu yang buruk, anda tidak akan lolos dari hal itu, tidak ada bisa yang melarikan diri dari dirinya sendiri. 
Dan selalu ada harga yang harus dibayar. 

Ini adalah motivator yang kuat untuk menjadi orang yang lebih baik.

4. Fokus dan Bertanggung Jawab Atas Proses, Bukan Hasil yang Didapat


Cara ini saya lakukan ketika saya belajar untuk seleksi penerimaan CPNS. Saya tidak membebankan tanggung jawab atas hasil yang akan saya dapatkan didalam pikiran saya. 

Saya fokus bertanggung jawab dalam prosesnya, yakni belajar. 

Hasilnya: Saya lulus dan diterima sebagai PNS, dan hasil ini datang bersama dengan konsistensi yang saya lakukan. 

Dan hal ini mempermudah saya untuk melakukan tindakan-tindakan lain, ketika saya tahu bahwa itulah yang saya butuhkan. Fokus dan bertanggung jawab pada proses, bukan fokus pada hasilnya. 

Dari pada saya menghabiskan energi saya pada fokus dengan hasil yakni diterima sebagai PNS, mendapatkan penghasilan yang besar, menjadi pejabat negara, dan lain sebagainya.

Karena, diterima sebagai PNS itu adalah hasilnya, jika kita fokus dan bertanggung jawab pada proses, maka hasilnya tidak akan mengkhianati proses/ usaha.

Berfokuslah pada proses atau usaha dan Anda akan jauh lebih rileks untuk melanjutkan ketahap-tahap berikutnya daripada jika Anda memandang terlalu jauh, dan buta pada hasil potensial yang mungkin tidak akan datang dalam waktu dekat seperti yang Anda inginkan dan pada akhirnya akan menempatkan Anda pada rollercoaster emosional dari hari ke hari.

5. Temukan dan Lakukan Apa yang Anda Sukai


Melakukan apa yang kita sukai adalah hal yang sangat mudah untuk kita lakukan agar lebih konsisten. Karena itu, selalulah tetap menggunakan cara ini.

Jika Anda suka atau setidaknya menyukai apa yang Anda lakukan setiap hari, minggu atau bulan, Anda bisa bereksperimen dan menemukan apa yang paling cocok untuk Anda.

Misalnya, Anda menyukai musik klasik, dan anda sedang mencapai target anda agar lulus dan diterima sebagai PNS, karena itu cobalah untuk fokus belajar sambil mendengarkan lagu-lagu klasik.

Rabu, 09 Mei 2018

Apa itu Otodidak? dan Bagaimana Cara Belajar Secara Otodidak

Otodidak atau belajar sendiri merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu. Mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dengan cara belajar sendiri.

Apa itu Otodidak?


Biasanya, seseorang yang disebut sebagai otodidak bergelut dalam bidang tertentu saja, seperti seni, bahasa, arsitektur, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. 
 Otodidak atau belajar sendiri merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan ba Apa itu Otodidak? dan Bagaimana Cara Belajar Secara Otodidak

Di samping itu, ada beberapa bidang pengetahuan yang bisa jadi sangat sempit sehingga pendidikan formal yang sesungguhnya tidak ada, sehingga memaksakan seseorang untuk mencari dan berusaha sendiri.

Kata otodidak sering kali berkonotasi negatif, karena banyaknya disematkan pada orang yang tak berpendidikan, terpelajar dan beradab serta berada dalam intelektual tradisional.

Namun sebenarnya, perbandingan seperti ini adalah salah, karena orang yang dapat dengan mudah memenuhi syarat untuk keahlian dalam bidang tertentu, adalah orang yang luar biasa dan cerdas. 

Sedangkan seorang otodidak adalah seseorang yang mengajar dirinya sendiri tentang subjek atau sesuatu ilmu pengetahuan di mana ia tidak memiliki pendidikan formal dalam subjek itu. 

Tokoh-tokoh otodidak terkemuka dunia adalah termasuk Leonardo da Vinci, Rabindranath Tagore, dan Ernest Hemingway. Pembelajaran terus menerus membuat satu kompetensi dalam menghadapi dunia yang berubah. 

Menyelesaikan kursus formal dalam suatu subjek adalah salah satu cara untuk melakukannya, akan tetapi, bisa jadi mengeluarkan biaya yang sangat mahal. 

Dengan menjamurnya Internet dan perkembangan teknologi informasi, Anda dapat mempelajari apa pun yang Anda inginkan dan yang lebih utamanya Gratis. 

Sebagai contoh, jika anda mengambil kursus dan bimbingan belajar bagaimana cara mengerjakan soal-soal CPNS secara cepat dan tepat, dan lulus menjadi seorang PNS, tentu Anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, Anda bisa belajar secara otodidak diartikel kami tentang tips super lulus tes CPNS 2018. Diartikel itu kami telah membuat dan menyusun berbagai bentuk soal tes CPNS mulai dari Tes Kompetensi Dasar - TKD, yang berupa tes TIU, TWK, TKP dan sebagainya.

Atau jika anda ingin belajar bahasa inggris, anda dapat melihat artikel kami di belajar bahasa inggris secara otodidak, tentang tenses, Verba Bantu Modal, Gerund and Infinitive dan lain sebagainya.

Bahkan anda bisa belajar secara otodidak tentang bagaimana lulus tes SBMPTN dan lulus Tes Sekolah Kedinasan didalam artikel kami yang lainnya.

Cara Belajar Secara Otodidak


Yang perlu Anda lakukan hanya meluangkan waktu Anda satu atau dua jam sehari. Dengan sedikit usaha, Anda dapat belajar bagaimana menjadi seorang autodidak. 

Memulai Proses


1. Kumpulkan Apa yang Penting. 


Untuk menjadi dan belajar secara autodidak, Anda memerlukan beberapa persediaan. Pembelajaran tidak terjadi dalam ruang hampa; Anda memerlukan beberapa alat untuk membantu Anda di sepanjang jalan usaha belajar Anda. 

Untuk memulainya, miliki notebook, pena, dan mungkin secangkir kopi hangat yang enak.

Selalu simpan notebook kecil yang bisa Anda bawa kemana-mana. Karena ini akan berguna untuk menuliskan pengamatan atau ide serta topik untuk studi lebih lanjut saat Anda memikirkannya.

Anda juga bisa akses internet jika ingin mudah mendapatkan informasinya. Internet adalah sumber informasi yang bagus, jadi memiliki smartphone atau gadget yang memungkinkan Anda untuk mengakses internet kapan pun dan dimanapun Anda ingin melihat suatu topik akan sangat membantu Anda menjadi dan belajar secara otodidak.

2. Tetapkan Target dan Tenggat Waktu. 


Tanyakan kepada diri anda sendiri mengapa Anda ingin belajar tentang topik tersebut, seberapa banyak Anda berharap untuk hasiil belajar Anda, dan kapan Anda ingin menyelesaikannya. 

Ini merupakan langkah penting karena meletakkan informasi ini di atas kertas akan membuat rencana Anda untuk belajar secara otodidak akan menjadi lebih konkrit dan mendorong Anda untuk terus melakukannya tanpa menyerah. 

Bagilah waktu anda berapa jam sehari yang disisihkan untuk belajar dan mencoba agar tetap berpegang pada jadwal tersebut. Anda dapat melakukan penilaian mingguan dan melihat apakah jadwal tersebut efektif dan mengevaluasinya kembali jika tidak berhasil.

3. Putuskan Apa yang Harus Dipelajari. 


Anda harus memutuskan dan harus fokus tentang apa yang ingin anda pelajari. Ilmu pengetahuan itu sangat luas dan tidak mungkin Anda bisa mempelajari segalanya. 

Pilih bagian topik yang lebih kecil untuk memulainya, sehingga Anda dapat dengan mudah mendapatkan semua pengetahuan tentang subjek yang diberikan. 

Setelah Anda menguasai bagian ini, Anda dapat beralih ke topik lain atau ke tampilan yang lebih inklusif dari subjek yang lebih besar. 

Misalnya, jika Anda berencana untuk mempelajari bahasa, maka yang terbaik adalah memilih aksara serta negara tertentu mana yang ingin anda pelajari bahasanya. 

Dengan cara ini Anda dapat berkonsentrasi pada aspek-aspek tertentu dan tidak terhambat oleh besarnya informasi.

4. Identifikasi Sumber Daya. 


Ada banyak sumber daya untuk belajar yang tersedia seperti buku, Internet, dan dokumenter. Sangat tidak realistis untuk mengharapkan diri Anda belajar dengan terus terlibat dengan semua sumber daya ini. 

Jadi, pilih satu atau kombinasi dari sumber daya untuk diri sendiri. 

Sebagai contoh: untuk belajar Soal Psikotes, Anda dapat memilih satu atau dua buku Lulus Tes CPNS. Atau Anda bisa belajar hanya dengan buku saja. Atau Anda mungkin ingin membaca artikel dan esai yang tersedia secara online, seperti di Contoh Soal Psikotes Masuk Kerja, CPNS, BUMN, SWASTA dan SBMPTN.

Menggunakan Buku untuk Belajar


1. Buat Daftar Buku Tentang Topik Itu. 


Dengan metode ini, Anda pada dasarnya akan mempelajari suatu topik dengan mempelajarinya dari sudut pandang yang berbeda. 

Untuk memulainya, Anda harus membuat daftar buku yang berhubungan dengan topik tertentu yang Anda minati. 

Anda dapat mulai menyusun daftar buku Anda dengan mencarinya di internet sesuai topik yang anda pilih di situs web seperti tokopedia atau mencarinya di toko buku seperti gramedia dan salemba.

2. Mulailah dengan Buku di Daftar. 


Tidak masalah buku mana yang Anda baca terlebih dahulu kecuali Anda memiliki urutan tertentu dalam pikiran anda. 

Misalnya, Anda mungkin ingin memulai dengan buku yang menawarkan pandangan yang lebih luas tentang topik sebelum masuk ke aspek yang lebih bernuansa dari subjek. 

Ketika Anda selesai dengan itu, lanjutkan ke buku berikutnya pada daftar buku yang telah anda buat. Ini adalah cara kerja keras. Anda membaca semua tentang topik tertentu dari perspektif penulis yang berbeda. 

Jika Anda memutuskan untuk mulai mempelajari Tes Seleksi Masuk Kerja, Anda mungkin ingin memulai dengan sebuah buku yang memberikan gambaran umum tentang bagaimana cara menghadapi tes seleksi masuk kerja secara umum sebelum beralih ke buku-buku yang membahas aspek-aspek individual dari tes seleksi masuk kerja seperti Tes Masuk CPNS, Tes Masuk BUMN, atau Tes Masuk SBMPTN.

3. Buat Catatan Saat Anda Membaca. 


Membuat dan mengambil catatan penting, memungkinkan Anda untuk memproses informasi yang Anda kumpulkan saat membaca. 
Dengan cara ini Anda dapat bertanya pada diri sendiri tentang seberapa baik Anda memahami topik dan juga mengingat informasi terkait. 

Simpan glosarium di buku catatan Anda untuk kata-kata dan konsep yang berkaitan dengan subjek yang Anda pelajari.

4. Perluas Daftar Bacaan Anda. 


Anda harus terus menambahkan daftar bacaan Anda pada suatu topik saat Anda menemukan sumber informasi baru. Jika Anda ingin membaca semua yang ditulis tentang suatu topik, Anda harus mencari materi baru untuk mencerahkan Anda. 

Anda dapat memutuskan apa yang harus dibaca selanjutnya baik dari karya yang dikutip dalam buku yang Anda selesaikan atau dari pencarian Google. 

Atau Anda mungkin memilih apa yang harus dibaca selanjutnya berdasarkan beberapa konsep baru yang Anda baca di buku terakhir.

Belajar Melalui Metode Alternatif


1. Manfaatkan Kursus Online Gratis. 


Banyak perguruan tinggi dan universitas yang menawarkan Kursus Online Terbuka, yang merupakan kursus online gratis yang dapat Anda daftar untuk mempelajari berbagai topik dan subjek. 

Mereka biasanya menawarkan berbagai topik dan waktu untuk menjangkau lebih banyak audiens seluas mungkin. Daftarkan sebanyak mungkin kursus online gratis yang anda ketahui dan temui di internet.

Sebanyak yang Anda bisa pada topik yang Anda inginkan dan terlibat sepenuhnya dalam kursus. Lakukan semua pembacaan dan berpartisipasi dalam diskusi online. Ini cara yang hebat dan gratis untuk mempelajari lebih lanjut tentang subjek.

Atau Anda bisa mendaftar di forum-forum tertentu yang membahas topik yang sedang anda pelajari secara otodidak. Misalnya anda ingin belajar tentang teknologi informasi, anda bisa mengikuti forum kaskus atau forum detik untuk belajar dan mengetahui lebih banyak tentang teknologi informasi.

2. Menonton Film Dokumenter Tentang Topik yang Anda Pilih.


Menonton film dokumenter memungkinkan Anda melihat beberapa informasi yang didramatisasi. 

Mereka juga dapat memberi Anda lebih banyak kejelasan tentang apa yang sudah Anda baca atau mungkin yang akan anda baca di masa yang akan datang dan dapat membantu Anda mengingatnya dengan lebih baik. 

Anda bisa menonton film dokumenter saluran televisi langganan Anda, seperti indihome dengan National Geografic (NGC), History dan lain sebagainya. 

Ada banyak film dokumenter yang menawarkan penggambaran visual peristiwa sejarah yang akan membantu Anda memvisualisasikan topik dengan lebih jelas.

Ada juga banyak film historis yang akurat yang dapat Anda saksikan untuk memperluas pemahaman Anda tentang suatu topik.

3. Tonton TED Talks. 


Cara hebat lain untuk anda dalam belajar secara otodidak tentang subjek atau suatu topik adalah dengan menonton acara TED Talk di https://www.ted.com/talks

TED adalah organisasi nirlaba yang fokus pada bidang Teknologi, Hiburan, dan Desain yang menyelenggarakan pembicaraan yang dimaksudkan untuk menyebarkan ide pada subjek yang inovatif. 

Pembicara yang diundang biasanya pemimpin di bidangnya masing-masing dan memiliki beberapa hal yang baru tentang subjek atau beberapa ide inventif yang mereka bicarakan dalam presentasi singkat mereka. 

Anda dapat mencari di situs web TED talks berdasarkan topik, kategori, pembicara, bahasa, tanggal, atau kata kunci. Jadi mudah untuk menemukan sesuatu yang informatif tentang topik yang ingin Anda pelajari.

4. Kunjungi Situs Bersejarah. 


Salah satu cara terbaik untuk belajar tentang suatu topik adalah dengan pergi ke tempat di mana itu benar-benar terjadi atau di mana ada semacam monumen atau lokasi resmi yang merayakan subjek tersebut. 

Pembelajaran secara otodidak ini, dimaksudkan bagi anda yang ingin belajar tentang sejarah.

Misalnya, jika Anda tertarik untuk belajar tentang budaya jawa, pertimbangkan untuk meluangkan waktu ke Yogyakarta agar Anda dapat mengalami budaya secara langsung disana daripada hanya membacanya saja.

Anda juga bisa mengunjungi museum yang didedikasikan untuk topik Anda. Misalnya, jika Anda mempelajari sejarah kesultanan Jogja, Anda dapat mempertimbangkan mengunjungi keraton Jogja di Yogyakarta.

5. Subscribe Situs Web atau Channel Youtube. 


Terkadang sebuah situs web, memiliki widget subscribe yang dapat digunakan oleh user mereka agar mereka dapat berlangganan informasi terkini yang akan masuk kedalam email mereka sesuai situs web yang mereka subscribe.

Yang biasanya meliput berita tentang topik, acara mendatang yang mungkin menarik bagi pengikut, dan pembaruan penting lainnya yang terkait dengan subjek.

Misalnya, jika Anda ingin belajar tentang soal-soal tes CPNS, BUMN dan tes masuk SBMPTN, belajar Hukum dan bahasa inggris Anda dapat mempertimbangkan untuk berlangganan/ subscribe awambicara dengan mengisi email anda dan memilih tombol subscribe now dibawah artikel ini.

Melacak Hal-Hal yang Anda Pelajari


1. Brainstorming pada Setiap Tahap Pembelajaran. 


Tuliskan ide apa pun yang mungkin Anda miliki tentang subjek sebelum Anda mulai belajar. Saat Anda tengah mempelajari tentang topik Anda, cobalah untuk bertukar pikiran dan rangkum pengetahuan Anda lagi untuk melihat apa yang telah Anda ambil tentang topik sejauh ini. 

Dan ketika Anda telah selesai membaca semua yang Anda inginkan tentang subjek, kumpulkan pengetahuan baru Anda dengan melakukan brainstorming lagi. 

Ini akan membantu Anda menyintesis semua pengetahuan yang Anda peroleh, tetapi itu juga akan memungkinkan Anda untuk melacak sejauh mana yang Anda peroleh selama proses tersebut.

2. Buat Jurnal. 


Saat Anda mempelajari hal-hal baru, penting bagi Anda untuk menulisnya sehingga Anda dapat merujuk kembali kepada mereka di kemudian hari. 

Ini akan memungkinkan Anda untuk mempertahankan pengetahuan baru Anda dengan lebih efektif. Membaca sesuatu tidak akan selalu membuatnya tetap berada di dalam pikiran Anda selamanya.

Tetapi dengan menulis nya di jurnal dan meninjau kembali sepotong informasi tentang subjek yang anda pelajari secara otodidak akan sangat membantu Anda mencatatnya dalam ingatan jangka panjang Anda. 

Tuliskan fakta menarik yang Anda pelajari dan pengamatan Anda tentang mereka. Anda dapat mengambil catatan tentang dari mana informasi itu berasal, memberi nama buku, nomor halaman serta mencatat halaman situs web nya jika Anda ingin kembali ke sumber aslinya nanti.

3. Buat Blog. 


Cara lain yang baik untuk melacak pengetahuan Anda yang baru yang telah Anda capai adalah dengan menjaganya agar tetap eksis dan tersusun secara teratur dalam semacam informasi online. 

Dengan cara ini, Anda akan memiliki akses ke informasi yang telah anda miliki dimanapun Anda berada. Bahkan jika Anda meninggalkan buku jurnal dan notebook anda dirumah.

Ajak teman Anda untuk membacanya dan mengomentarinya. Anda bisa memulai diskusi di sana. Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Senin, 07 Mei 2018

Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Terpelajar dan Beradab

Orang yang berpendidikan adalah orang yang memahami bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan seumur hidup. Oleh karena itu, untuk menjadi salah satu darinya, kita perlu secara konsisten untuk belajar dan memperluas pikiran kita.

Cara Menjadi Terpelajar dan Beradab


Seorang yang berpendidikan itu adalah orang yang terpelajar, berbudaya, dan sadar. Dia tahu apa yang terjadi di dunia, menghargai sebuah karya seni, serta dapat menyesuaikan diri dengan orang lain, lingkungan dan masyarakat dengan layak.
 Orang yang berpendidikan adalah orang yang memahami bahwa pendidikan adalah proses yang d Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Terpelajar dan Beradab

Untuk menjadi orang yang berpendidikan, kita harus tetap up to date tentang informasi terkini yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, yang dapat dilakukan dengan membaca, menonton televisi atau mendengarkan radio berita. 

Setelah mendapat informasi tentang apa yang sedang terjadi di dunia, kita dapat menemukan peluang untuk bisa berbicara dengan orang-orang yang terdidik serta memiliki minat yang berbeda. 

Mendatangi seminar, kuliah atau berkumpul dengan orang-orang adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk mempelajari suatu hal yang baru serta berkesempatan untuk bertemu orang-orang cerdas. 

Seseorang yang benar-benar berpendidikan biasanya akan selalu tetap tenang, berbicara dengan hati-hati dan selalu menghindari diri dari sifat menyombongkan diri sendiri.

Untuk itu, bagaimana cara menjadi orang yang berpendidikan, terpelajar dan memahami lebih banyak budaya, serta norma-norma ke dalam hidup Anda, tetaplah membaca artikel ini.

Selalu Up to date


1. Ikuti Berita Harian. 


Temukan koran atau majalah berita dan informasi yang Anda sukai, dan bacalah setiap hari. Di era milenial ini, dengan munculnya situs web dan blog, dapat mempermudah Anda dalam melakukannya, karena semua itu tersedia diujung jari anda. 

Bacalah berita atau informasi yang bersifat nasional atau dunia, jangan hanya terpaku pada berita lokal saja. Anda harus memiliki keingi tahuan yang besar dan sebanyak mungkin tentang apa yang terjadi pada dunia yang lebih luas. 

Anda bahkan dapat mencoba membaca beberapa surat kabar harian yang berbeda. Bahkan jika perlu baca juga komentar-komentar pembaca tentang berita tersebut (komentar pembaca biasanya ada di portal web/ blog berita harian tersebut).

Jangan membatasi diri Anda dengan satu koran saja, atau satu negara saja. Berikut adalah beberapa portal berita dan informasi yang dapat anda baca serta memiliki informasi yang signifikan: 
  • The Jakarta Post
  • Detik
  • Aljazeera
  • Time
  • Liputan6
  • Wikipedia
  • Awambicara
  • Netizen awam

2. Buat Catatan Kecil.


Mencatat tentang bidang-bidang utama serta menuliskannya di area-area dunia atau informasi penting yang Anda minati. Catatan-catatan ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk riset Anda nanti. 

Misalnya, katakanlah Anda baru saja membaca artikel tentang CPNS 2018.

Jika Anda menuliskan rincian tentang waktu pendaftaran, syarat-syarat pendaftaran, serta kisi-kisi soal yang akan keluar nanti, maka Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana nanti kapan waktu yang tepat pendaftaran di buka, dan bentuk soal yang akan keluar nantinya.

Atau jika anda mengikuti berita tentang perkembangan politik yang terjadi di negeri ini, bagaimana pemerintah telah membuat sebuah kebijakan-kebijakan yang terkesan tidak adil terhadap bangsa dan rakyatnya sendiri.

Misalnya mencatat tentang informasi kemudahan tenaga kerja asing yang masuk kenegeri ini.

Anda tidak harus mengikuti koran atau portal berita mainstream yang ada, karena bisa jadi koran atau portal berita mainstream tersebut berafiliasi dengan pemerintah sendiri, sehingga yang terjadi berita yang disajikannya pun bisa jadi berita pesanan penguasa.

Untuk itu Anda jangan terfokus pada satu portal berita saja, anda bisa mencari di internet menyangkut berita yang berkembang itu. 

Namun tetap harus dengan "sadar", yakni anda memiliki kesadaran dalam menyaring dan mengambil informasi yang ada, jangan sampai berita hoax nantinya anda jadikan referensi.

Anda juga harus tetap selalu kritis. Jangan Anda selalu mengambil semua yang dibaca pada nilai nominalnya saja. Perhatikan bias dan kelalaian surat kabar yang berbeda, daripada hanya sekadar mengambil pokok pembicaraannya saja.

Karena terkadang portal berita mainstream juga sering menyebarkan berita hoax, atau setidaknya judulnya haox, (biasanya portal berita mainstream yang berafiliasi dengan penguasa).

Contohnya, portal berita tempo, membuat judul berita "Ketua Perindo DKI: Ketua Panita Sembako Monas Relawan Ok Oce", dan judul berita ini jelas menyudutkan, dan hoax.

Kemudian tanpa ada klarifikasi mereka merubah judul berita menjadi "Ketua Perindo DKI: Ketua Panita Sembako Monas Tak Ada Motif Politik".

Jadi anda harus tetap kritis, jangan karena mereka adalah portal berita mainstream berarti berita yang mereka sajikan fakta adanya, bahkan seringkali ternyata hoax belaka.

3. Dengar Radio. 


Dengarkan siaran radio. Dan sekali lagi, jangan hanya terpaku pada satu stasiun radio saja, karena radio adalah tempat yang baik untuk mendapatkan berita yang solid. 

Radio juga akan sangat membantu Anda, karena Anda akan menerima panduan tentang bagaimana cara mengucapkan nama-nama suatu daerah, atau nama-nama orang-orang penting di dunia, yang sulit untuk di lafaz kan.

4. Baca Majalah. 


Majalah adalah tempat yang baik untuk Anda dalam mencari tahu tentang apa yang terjadi di tingkat nasional atau dunia. Anda mungkin dapat menemukannya, di kantor-kantor pelayan publik seperti bank, kantor pos, atau kantor pemerintah. 

Anda juga bisa memilih untuk berlangganan majalah yang Anda sukai. Majalah-majalah akan memberi Anda rincian tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi yang telah Anda baca di koran atau situs web/ portal berita. 

Majalah seringnya memberikan artikel dengan bentuk yang panjang yang berfokus pada wilayah atau topik tertentu saja.

Majalah-majalah terkenal juga biasanya memiliki versi online, karena itu cobalah cari arsip majalah yang ada dan jangan hanya fokus pada berita hari ini saja. 

Anda juga akan banyak menemukan tips dan trik menarik tentang apa saja yang sering kali disematkan didalam majalah-majalah. Sehingga ini akan memberikan anda pengetahuan yang lebih, dan dapat membantu anda dalam menerima informasi dan menjadi terpelajar.

Selain itu, informasi-informasi unik dan menarik lainnya dapat anda temui disini, misalnya, karya musik klasik dari tahun 1930-an yang akan menuntun Anda ke seorang komposer yang belum pernah Anda dengar sebelumnya. 

Atau infomasi tentang bagaimana sebuah bisnis dan usaha bermula. Contohnya, bagaimana awalnya tampilan situs web terkenal di dunia dan Indonesia yang sekarang telah menjadi sebuah perusahaan besar dan bonafide.

Semakin banyak artikel yang Anda baca, semakin luas pengetahuan umum Anda. Penulis di majalah-majalah ini sering juga menulis buku. Buku-buku ini akan memberikan lebih banyak informasi tentang topik yang telah Anda baca di majalah tersebut.

Menghargai Budaya


1. Pergi ke Museum. 


Luangkan waktu anda setidaknya sebulan sekali atau beberapa kali setahun untuk pergi ke Museum. Lihatlah karya seni disana dan libatkan diri Anda terhadap apa yang Anda lihat. 

Ketika Anda melihat benda-benda seni atau benda-benda peninggalan sejarah ini, cobalah untuk memahami apa yang membuat karya seni itu istimewa dan apa yang terjadi dibalik benda peninggalan sejarah itu. 

Ini perlu waktu. Apresiasi seni adalah tentang kontemplasi. Terlibat dengan setiap objek seni dengan lensa yang berbeda. Sebuah lukisan berbeda dari sebuah foto dan sebaliknya. 

Anda tidak harus melihat karya kontemporer dengan cara yang sama seperti yang Anda lihat pada karya klasik. Oleh karena itu, lukisan minyak kontemporer layak untuk dilihat berbeda dari lukisan minyak dari tiga ratus tahun yang lalu. Ingat bahwa periode penting, seperti halnya sejarah.

Ikuti tur. Pemandu akan memberi tahu Anda detail penting tentang karya seni atau barang-barang peninggalan sejarah yang ada. 

Dengarkan secara seksama, bahkan jika Anda telah pernah melihat benda atau karya seni itu sebelumnya, karena mungkin Anda akan menemukan fakta baru tentang benda sejarah dan karya seni tersebut.

2. Pergi ke Festival Budaya.


Indonesia saja memiliki beribu-ribu pulau dengan berbagai macam suku bangsa dan budayanya, apalagi dunia. Karena itu, jika ditempat Anda ada perayaan festival budaya, maka pergilah kesana.

Pelajari dan pahami bagaimana perkembangan budaya yang terjadi disana. Dengan begitu Anda akan memahami budaya yang ada, sehingga Anda dapat dengan mudah bergaul dan bersosialiasai dengan masyarakat.

Begitu juga jika anda berada di daerah lain, atau negara lain, sangat penting untuk memahami budaya yang ada disitu. Karena bisa jadi apa yang merupakan hal biasa disuatu daerah atau negara menjadi hal yang terlarang di daerah atau negara lain.

Jika anda belum pernah bepergian kesuatu negara atau daerah, ada baiknya anda mencari di internet tentang keadaan, budaya serta masyarakat disana. Atau anda bisa menonton acara ditelevisi seperti di NGC, dan History.

2. Baca Literatur. 


Benamkan diri Anda dalam sastra kontemporer dan klasik. Fiksi dapat membuat Anda lebih berempati dengan menunjukkan perspektif orang lain kepada Anda. 

Mulailah dengan sastra klasik. Misalnya, Kehidupan Leluhur adalah ringkasan cerita tentang orang Yunani dan Romawi yang menjalani kehidupan yang menarik. Setiap cerita menguji kualitas positif dan negatif dari orang-orang ini. 

Amatilah tokoh-tokoh dalam kisah-kisah ini, dan serap pelajaran dalam kisah-kisah ini.

3. Follow Sosial Media Orang-orang Cerdas


Belajar adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus sampai ajal menjemput. Karena itu anda harus mengembangkan pola pikir dan wawasan anda dalam semua tingkatan.

Diera yang serba digital ini, hampir semua tokoh-tokoh penting dan orang-orang pintar didunia memiliki akun-akun sosial media seperti facebook, twitter, instagram atau linkedin.

Follow mereka, ikuti dan pahami apa yang mereka bicarakan, jika anda tidak memahaminya, Anda bisa bertanya di kolom komentar kepada yang bersangkutan.

Namun biasanya mereka banyak followernya, jadi jika tidak dijawab, cobalah dengan melihat mention atau komentar dari follower-followernya.

Anda bisa memfollow akun twitter @rockygerung, @Yusrilihza_Mhd, dan lain sebagainya, atau anda juga bisa memfollow akun linkedin orang-orang hebat dunia seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg dan sebagainya.

4. Baca Filsafat. 


Filosofi akan memberi Anda alat untuk mendiskusikan pertanyaan tentang moralitas dan kehendak bebas. 

Dengan membaca buku-buku filsafat, Anda akan dapat memeriksa kehidupan Anda sendiri dan berpikir lebih jernih. Ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

Baca karya filsafat yang mendasar. Mulai dengan Plato’s Republic. Karya filsafat yang fundamental ini terdiri dari dialog antara Socrates dan murid-muridnya ketika mereka mencoba untuk mencari tahu seperti apa masyarakat yang sempurna itu. 

Ketika mereka mendesain kota hipotetis mereka, mereka berbicara tentang kehendak bebas, moralitas, dan keyakinan. 

Anda juga bisa memulai untuk mengenal apa itu filsafat dengan mengikuti akun twitter @rockygerung.

5. Buat Banyak Catatan. 


Ketika Anda membaca buku-buku tersebut, pastikan untuk menyimpannya di notepad agar Anda dapat menuliskan catatan tentang tema dan ide dalam teks-teks tersebut. 

Anda tidak ingin terjebak dalam setiap detail terakhir. 

Menuliskan bagian paling signifikan dari apa yang telah Anda baca adalah cara yang bagus untuk menghindari diri anda agar tidak tersesat ketika Anda mencoba memahami karya-karya penting ini.

6. Menonton Film. 


Mungkin ini adalah salah satu cara yang terfavorit tentang bagaimana cara menjadi orang berpendidikan dan beradab dari sekian banyak cara yang telah disebutkan diatas.

Film memberikan kita hiburan sekaligus pembelajaran tentang apa yang diangkat oleh film tersebut. Walaupun film tersebut bergender komedi, aksi, dan lain sebagainya, apalagi tentang film-film karya seni dan autobiografi. 

Ada banyak film-film yang bagus di luar sana. Ambil kesempatan untuk menonton beberapa dari mereka. Jika itu membantu, cobalah memilih satu sutradara dan saksikan sebanyak mungkin filmografi mereka. 

Kemudian, baca kritik tentang film yang telah Anda lihat. Ketika Anda melakukan ini, Anda akan dapat mengetahui bagaimana sutradara memutuskan untuk mengedit dan merekam film mereka.

Bahkan film film drama korea juga terkadang menyimpan begitu banyak makna yang terpendam, apalagi tentang kebudayaan. 

Namun, dari semua genre film tersebut, sangat baik untuk anda jika anda ingin mengambil banyak pelajaran dan motivasi dengan cara menyaksikan film-film autobiografi.

Seperti contohnya, film Genius: Picasso, Genius: Einstein, film tentang pemimpin-pemimpin dunia, seperti Soekarno, Goerge Washington, Hitler, dan lain sebagainya.

Selain itu, anda juga bisa membaca kritik-kritik tentang film-film itu dari para kritikus film di situs-situs web kritik individu.

7. Mendengarkan Musik. 


Ini juga merupakan salah satu cara terfavorit dalam mengembangkan diri menjadi orang yang berpendidikan dan beradab seperti halnya menonton film diatas. 

Yang mana tentu saja, hampir semua orang mungkin mendengarkan musik. Namun, jika Anda belum pernah mendengarkan berbagai genre musik yang berbeda, Anda harus mulai untuk mencoba mendengarkan jenis musik yang belum pernah Anda dengarkan sebelumnya. 

Misalnya, jika Anda terutama mendengarkan musik rock, Anda harus mencoba mendengarkan musik klasik. Atau, jika Anda hanya mendengarkan musik klasik, cobalah mendengarkan musik rock. 

Jika Anda memiliki keinginan dan hasrat dengan beragam selera musik, hal ini menunjukkan bahwa Anda bersedia untuk mengeksplorasi diri anda sendiri.

Berbicara


1. Berbicara dengan Orang yang Berpendidikan. 


Lakukan percakapan dengan orang-orang yang telah belajar, baik melalui sekolah atau pekerjaan, banyak hal tentang kehidupan. 

Berbicaralah dengan mereka, dan cobalah untuk memahami bagaimana mereka memperoleh pengetahuan itu. Ajukan pertanyaan tentang subjek yang tidak Anda pahami kepada mereka.

Bicaralah dengan orang-orang dari berbagai profesi. Pendidikan mengambil bentuknya dalam berbagai cara. Seorang pria yang berpendidikan menyadari hal ini. Mekanik Anda bisa sepengetahuan profesor Anda.

2. Pergi ke Kuliah Umum atau Seminar. 


Cari tahu apakah seorang sarjana atau penulis memberikan ceramah di lingkungan Anda. Pergi ke pembicaraan dan dengarkan apa yang mereka katakan. 

Seringkali, setelah berbicara, sesi tanya jawab diadakan. Anda tidak hanya akan belajar tentang suatu subjek, tetapi Anda juga akan dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung.

Sekali lagi, cobalah untuk membuat sebuah catatan yang akurat. Ini akan mempermudah Anda untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang baik dan merangsang yang akan memungkinkan terjadinya diskusi yang menyegarkan. 

Tentu saja, jangan memaksa diri untuk menuliskan setiap kata. Ingat, Anda hanya ingin menandai konsep dan ide kunci.

3. Tetap Berpikiran Terbuka. 


Selama anda dalam pembicaraan, ingatlah bahwa pembicaraan hampir pasti akan berakhir dengan tidak setuju dengan orang yang Anda ajak bicara. 

Cobalah untuk memahami sudut pandang mereka. Ini tidak berarti Anda harus setuju dengan semua yang Anda dengar. Karena hal ini akan menjadikan Anda bodoh. 

Namun, seseorang yang berpendidikan tidak mengabaikan orang lain berdasarkan ketidaksetujuannya. Sebenarnya, argumen dan perdebatan menunjukkan bahwa Anda bersedia untuk menghibur ide-ide yang berbeda dari ide Anda sendiri. 

Mereka akan membantu Anda mengembangkan sudut pandang Anda sendiri. Jika Anda tidak setuju dengan perspektif, Anda bisa mengatakan: "Saya mengerti mengapa Anda akan berpikir demikian. Namun, saya memiliki pandangan berbeda tentang masalah ini."

4. Jangan Pernah Subjektif.


Ingatlah, saat anda memulai sebuah pembicaraan, cobalah untuk bersikap objektif, bukan subjektif. 

Serta hindari berbicara dengan orang-orang yang selalu bersifat subjektif, karena pada dasarnya orang yang bersikap subjektif, pembicaraannya tidak ilmiah lagi, terlalu melihat pada pribadi seseorang daripada apa yang dibicarakan.

Contohnya, Anda tidak akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan apa-apa ketika anda berbicara dengan para buzzer atau kecebong pendukung jokowi. 

Karena mereka bersikap subjektif, melihat dari sudut pandang pribadi belio (jokowi) itu sendiri, bahkan untuk seorang dosen atau professor sekalipun, anda tidak akan pernah mendapatkan pengetahuan apapun dari pembicaraan yang anda lakukan dengan mereka.

Walaupun anda mengajak mereka untuk berbicara secara ilmiah, berdasarkan fakta dan kenyataan, bagi mereka fakta dan kenyataan merekalah yang benar, yang lain salah.

Begitu juga dengan rekan-rekan dikantor anda, hindari mereka yang jika diajak bicara, terlalu menunjukkan keberpihakan atau menilai dari sisi pribadi nya saja (subjektif).

Sangat mudah untuk melihat rekan kerja yang hanya menilai dengan subjektif, yakni lihat saja bagaimana dia memperlakukan seseorang ditempat kerja anda.

Karena biasanya, orang yang bersifat subjektif akan tertutup matanya dalam melihat prestasi dan kelebihan yang dimiliki oleh seseorang.

Berperilaku Baik


1. Tetap Tenang. 


Tanda-tanda orang yang terpelajar dan berpendidikan serta beradab adalah orang yang memiliki penampilan luar yang tenang. 

Karena itu, tahan emosi Anda, jangan cepat marah. Misalnya, jangan mulai berteriak karena seseorang membuat Anda marah, bereaksilah dengan tenang dan coba selesaikan masalahnya. 

Anda tidak harus menyamarkan emosi Anda. 

Anda mungkin marah tetapi jangan biarkan perasaan itu memengaruhi cara Anda berperilaku. Jika Anda menjadi marah, cobalah untuk memusatkan diri. Meditasi dan menarik nafas yang dalam adalah cara yang baik untuk melakukan ini.

2. Bicaralah dengan Nada Suara Tetap. 


Jangan meninggikan suara Anda. Anda memang harus tetap berbicara dengan orang lain, tetapi Anda tentu tidak ingin menjadi orang yang paling keras suaranya di dalam ruangan bukan? 

Karena hal ini dapat membuat Anda tampak seperti mencoba untuk menarik perhatian pada diri Anda sendiri. Namun, sebaliknya Anda juga jangan terlihat terlalu tenang. 

Jika Anda sangat pendiam atau berbicara dengan nada suara yang sangat pelan, Anda akan tampak seperti orang yang pemalu. Orang yang berpendidikan memiliki tujuan untuk mencapai keseimbangan dalam nada suaranya ketika berbicara.

3. Rendah Hati. 


Orang-orang yang berpendidikan pasti berperilaku sopan dan lemah lembut. 

Cobalah untuk menghindari arogan atau braggadocios. Berkontribusi pada percakapan dengan mengemukakan sudut pandang Anda, tetapi lakukan ini secara selektif. 

Lagi pula, Anda tidak perlu memamerkan pembelajaran Anda di setiap situasi sosial.

4. Bertanya. 


Orang berpendidikan, terpelajar dan beradab biasanya haus akan ilmu pengetahuan, karena itu mereka sering banyak bertanya dari pada menyombongkan diri tentang apa yang mereka ketahui.

Ketika Anda tidak mengerti sesuatu, mintalah penjelasan. Jangan takut untuk melakukan ini. Ini menunjukkan bahwa Anda mau belajar. 

Lebih baik membuat kesalahan sambil belajar sesuatu yang baru daripada tetap dalam ketidaktahuan karena takut mempermalukan diri sendiri.

Pikiran yang selalu ingin tahu (kepo) adalah pikiran yang cerdas. Jika Anda tidak mengerti satu titik pun, katakan: "Maukah Anda menjelaskan poin terakhir Anda lagi?"

Menjadi orang yang berpendidikan, terpelajar dan beradab akan membuat anda dihormati dan dihargai, tanpa Anda harus meminta untuk itu. Awam Bicara